4 Unicorn di Indonesia Ini Berhasil Mencuri Perhatian Investor Dunia

Pembahasan mengenai unicorn atau perusahaan startup dengan valuasi 1 miliar dolar di Indonesia kian menghangat. Berikut ini 4 unicorn di Indonesia yang berhasil menarik perhatian investor dunia.

Go-Jek

Didirikan pada tahun 2010, Go-Jek awalnya hanya memberikan layanan transportasi ojek yang masih mengandalkan call center. Kemudian di tahun 2015, Go-Jek menawarkan layanan yang lebih inovatif berupa aplikasi smartphone. Layanan inilah yang menjadikannya sebagai salah satu pemimpin di pasar transportasi online Indonesia bahkan telah merambah sampai Vietnam. Hingga Oktober 2018 lalu, valuasi pasar Go-Jek telah mencapai 4,8 miliar dolar US.

Valuasi Go-Jek diperkirakan akan semakin meningkat terkait dengan pendanaan dari JD.com, Google dan Tencent. Dengan suntikan investasi dari ketiga perusahaan tersebut, valuasi Go-Jek diperkirakan bisa mencapai 9,5 miliar dolar US atau setara dengan Rp. 133 triliun. Valuasi Go-Jek diperkirakan akan selalu meningkat dan mencapai 10 miliar dolar US sehingga dikategorikan sebagai decacorn.

Bukalapak

E-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky ini disebut-sebut tak sepenuhnya didukung oleh pemain lokal. Pada tahun 2014, Bukalapak mendapatkan suntikan dana dari 500 Startups yang bermarkas di San Francisco AS. Kemudian ada pula suntikan dana dari GREE Ventures, IREP, Aucfan Co.Ltd pada pendanaan seri A.

Pemilik stasiun televisi SCTV, Emtek (Elang Mahkota) masuk pada pendanaan seri B sebagai Lead Investor bersama dengan 500 Startups. Hingga saat ini Emtek melalui KMK Online diperkirakan telah menguasai sekitar 49 saham Bukalapak. Sedangkan pendanaan Bukalapak telah mencapai seri D dimana ada investor lain yang masuk seperti GIC, Ant Financial dan Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund.

Tokopedia

Unicorn di Indonesia selanjutnya adalah raksasa e-commerce Tokopedia. Situs marketplace ini mendapatkan suntikan modal senilai 1,1 miliar dolar US dari Alibaba Group dan Softbank yang membuat valuasinya naik menjadi 7 miliar dolar US atau setara dengan Rp. 101,5 triliun. Dengan suntikan dana tersebut, setidaknya e-commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini telah mengumpulkan dana sebanyak 3,4 miliar dolar US dari investor selama 9 tahun.

Traveloka

Startup unicorn lainnya yang dilirik oleh investor adalah Traveloka. Situs penyedia layanan perjalanan ini memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dolar US sehingga layak disandingkan dengan Bukalapak, Go-Jek maupun Tokopedia. Layanan Traveloka tak hanya mencakup Indonesia saja, karena kini layanannya sudah merambah ke negara-negara ASEAN seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan Vietnam.

Layanan travel yang didirikan oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma dan Albert Zhang ini telah menyandang gelar unicorn sejak 2017 lalu. Gelar tersebut diraihnya setelah lima tahun beroperasi. Hingga saat ini, Traveloka telah melakukan penggalangan dana 4 kali putaran dengan total pendanaan lebih dari 500 juta dolar US.

Potensi Unicorn di Indonesia Lainnya

Selain 4 unicorn di atas, Tiket.com juga tengah bersiap menjadi unicorn ke-5 di Indonesia tahun ini. Startup yang bergerak di bidang penjualan tiket ini memiliki valuasi sekitar Rp. 13,5 triliun atau di atas 1 miliar dolar US. Meski tengah memasuki tahun politik, Tiket.com optimis kondisi politik tak akan mengganggu industri travel online. Justru tahun politik diperkirakan akan memberikan pertumbuhan yang signifikan seperti pada tahun 2014 lalu.

Pemerintah sendiri tengah mendorong berkembangnya 1.000 startup baru. Rencananya, startups baru akan dihubungkan dengan inkubator global sehingga memiliki akses pendanaan dan inovasi untuk mampu merambah ke negara lain. Dengan munculnya unicorn di Indonesia, diharapkan sumber daya manusia Indonesia semakin siap menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Author: